SEKOTONG — Sinergi antara aparat kepolisian dan sektor pertanian terus diperkuat demi memastikan stabilitas pangan nasional berjalan optimal. Pada Selasa (14/4/2026), Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong melakukan pengawalan intensif terhadap proses distribusi dan penyerapan hasil panen jagung milik kelompok tani (poktan) asal Desa Kedaro menuju Gudang Bulog Pagutan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata Polri dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Kehadiran personel kepolisian di lapangan tidak hanya untuk memastikan keamanan, tetapi juga menjamin bahwa hasil keringat para petani terserap dengan baik oleh negara melalui skema yang telah ditetapkan.
Monitoring Ketat Penyerapan Jagung di Gudang Bulog
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Kedaro. Fokus utama dari monitoring ini adalah mendampingi para petani dalam proses bongkar muat serta memastikan kualitas jagung yang dikirimkan memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Bulog. Hal ini krusial agar tidak ada penolakan komoditas yang dapat merugikan petani secara finansial.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian merupakan jaminan transparansi dalam proses distribusi pangan.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa proses penyerapan hasil panen warga Desa Kedaro berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Pendampingan ini adalah wujud dukungan Polri terhadap kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Lombok Barat,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan keterangan resmi.
Kualitas Komoditas dan Capaian Volume Penyerapan
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, jagung yang dikirimkan oleh kelompok tani Desa Kedaro terbukti memiliki kualitas yang sangat baik. Pihak Bulog melakukan pemeriksaan ketat terhadap kadar air dan pengemasan. Diketahui, jagung tersebut memiliki kadar air di bawah $14%$, sesuai dengan spek yang ditentukan, dan telah dikemas rapi dalam karung berukuran 70 kg.
Data dari lapangan menunjukkan bahwa total jagung yang berhasil terserap oleh Gudang Bulog Pagutan dari Desa Kedaro pada hari ini mencapai angka yang cukup signifikan, yakni sebanyak 20.580 kilogram atau lebih dari 20 ton. Keberhasilan penyerapan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani serta memastikan stok pangan daerah tetap aman.
Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa kepatuhan petani terhadap standar kualitas menjadi kunci utama dalam proses ini. “Jagung poktan yang terserap hari ini memang memenuhi spesifikasi teknis, baik dari segi kadar air maupun berat kemasan. Kami mengapresiasi kerja keras petani yang tetap menjaga kualitas produksinya,” imbuhnya.












