Kendala Operasional dan Aspirasi Petani di Lapangan
Meskipun proses penyerapan berjalan sesuai target secara volume, terdapat beberapa kendala teknis yang menjadi catatan bagi pihak kepolisian. Di lokasi Gudang Bulog Pagutan, terpantau terjadi antrean kendaraan pengangkut yang cukup panjang. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan tenaga bongkar muat serta jumlah petugas Bulog yang bersiaga di gudang tidak sebanding dengan volume kiriman yang masuk.
Kondisi ini memicu keluhan dari para pemilik jagung dan supir angkutan. Antrean yang memakan waktu lama menyebabkan pembengkakan biaya operasional, mulai dari biaya sewa kendaraan hingga konsumsi harian para pekerja angkut. Para petani berharap ada evaluasi terkait manajemen bongkar muat agar proses distribusi ke depannya bisa lebih efisien.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Polsek Sekotong terus menjalin komunikasi dengan pengelola gudang agar dapat memberikan solusi terbaik bagi para petani. “Beberapa kendala seperti antrean panjang akibat kurangnya tenaga bongkar sudah kami catat. Hal ini memang berdampak pada biaya tambahan bagi petani, dan kami akan mencoba mengoordinasikan aspirasi ini agar ke depannya pelayanan di gudang bisa lebih cepat,” jelas Kapolsek Sekotong.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan monitoring dan pendampingan yang berakhir pada siang hari tersebut berjalan dengan aman dan kondusif. Langkah preventif dan dukungan administratif dari Polsek Sekotong ini diharapkan dapat terus memotivasi para petani di Desa Kedaro untuk tetap produktif dalam menyangga kedaulatan pangan di Nusa Tenggara Barat.












