Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan disiplin masyarakat di jalan raya, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Pada Kamis pagi, 5 Februari 2026, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat menggelar kegiatan edukasi dan penindakan simpatik yang dipusatkan di ruas Jalan Ibrahim Al Kholidy, tepatnya di area Drive Thru Kediri, Kecamatan Kediri.
Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika mobilitas masyarakat yang semakin tinggi di wilayah Lombok Barat. Melalui operasi ini, kepolisian berharap dapat menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih kondusif.
Sinergi Lintas Sektoral dalam Ops Keselamatan Rinjani
Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WITA tersebut tidak hanya melibatkan personel kepolisian dari unsur Satlantas saja. Dalam pelaksanaannya, Polres Lombok Barat mengedepankan sinergi lintas instansi untuk memastikan operasi berjalan komprehensif. Personel yang terlibat mencakup KBO Satlantas, Kanit Turjawali, dan Kanit Kamsel Satlantas Polres Lombok Barat, serta didukung oleh personel Polisi Militer (PM), Brimob, dan petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dan aparat dalam menjaga keselamatan warga di jalan raya. Kehadiran personel gabungan di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan setiap pelanggaran dapat ditangani sesuai dengan porsinya.
Edukasi Melalui Pembagian Brosur dan Teguran Simpatik
Dalam aksi di lapangan, petugas tidak hanya terpaku pada penegakan hukum, tetapi lebih mengedepankan pendekatan humanis. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pembagian brosur yang berisi pesan-pesan Kamseltibcarlantas kepada pengendara motor maupun pengemudi mobil. Brosur tersebut memuat panduan keselamatan, seperti pentingnya penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), pemakaian sabuk pengamanan, hingga bahaya menggunakan ponsel saat berkendara.
Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Anton Prasetya Wijaya, menjelaskan bahwa edukasi secara langsung di jalan raya jauh lebih efektif untuk menyentuh kesadaran masyarakat. Menurutnya, pencegahan laka lantas dimulai dari pemahaman pengendara mengenai risiko yang ada di sekitarnya.
“Kami melaksanakan giat imbauan kepada para pengguna jalan agar selalu tertib dalam berlalu lintas. Selain memberikan pemahaman secara lisan, kami juga membagikan brosur pesan-pesan keselamatan agar bisa dibaca kembali oleh pengendara di rumah,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.












