Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat. Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Cempi Jaya Polsek Hu’u, BRIPKA Ismail, yang melaksanakan pemantauan hasil panen jagung milik warga binaannya di Soo Mada Rangga, Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.
Kegiatan pemantauan dilakukan terhadap hasil panen jagung milik Syamsudin (45), petani setempat yang mengelola lahan seluas 1 hektare dengan varietas jagung ADV. Tanaman jagung tersebut telah memasuki usia 115 hari dan menghasilkan estimasi panen sekitar 8 ton jagung pipilan kering (JPK).
Dalam kegiatan tersebut, BRIPKA Ismail memantau proses penjemuran jagung pascapanen yang sedang dilakukan oleh petani. Ia juga memberikan edukasi kepada pemilik lahan agar terus memperhatikan kadar air dan tingkat kelembapan jagung selama proses penjemuran guna menjaga kualitas hasil panen sebelum dipasarkan.
Selain itu, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan pentingnya pengelolaan hasil penjualan panen secara bijaksana dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan musim tanam berikutnya.
“Kami mengimbau kepada para petani agar sebagian hasil penjualan jagung dapat disisihkan sebagai modal untuk musim tanam berikutnya. Langkah ini penting agar petani tidak terlalu bergantung pada pinjaman yang berpotensi menambah beban ekonomi di masa mendatang,” ujar BRIPKA Ismail.
Kapolsek Hu’u IPTU Ade Helmi, S.H., mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan personel Bhabinkamtibmas merupakan bentuk pendampingan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para petani yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
“Kami terus mengarahkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan kepada para petani mulai dari masa tanam hingga pascapanen. Kehadiran anggota di lapangan tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan motivasi serta edukasi kepada masyarakat agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” ujar IPTU Ade Helmi.
Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas hasil panen dan pengelolaan keuangan hasil pertanian merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan usaha pertanian masyarakat.
“Kami berharap para petani dapat menjaga kualitas hasil panen agar memiliki nilai jual yang baik. Selain itu, pengelolaan hasil penjualan secara bijak akan membantu petani lebih mandiri dalam menghadapi musim tanam berikutnya tanpa harus terbebani oleh pinjaman yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi keluarga,” tambahnya.












