SENGGIGI – Keamanan dan kenyamanan kawasan wisata pesisir di Lombok Barat terus menjadi prioritas utama aparat kepolisian guna menjamin kondusivitas bagi para wisatawan maupun pelaku ekonomi lokal. Pada Senin (27/4/2026), Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Lombok Barat mempertebal kehadiran personel di sepanjang garis Pantai Senggigi untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) tetap terkendali.
Langkah preventif ini dilakukan melalui berbagai skema kegiatan rutin, mulai dari patroli dialogis hingga pengawasan intensif terhadap sarana transportasi laut. Fokus utama dalam giat kali ini mencakup edukasi kebersihan lingkungan serta kewaspadaan terhadap potensi bahaya di area perairan, mengingat Senggigi tetap menjadi magnet utama bagi pengunjung baik domestik maupun mancanegara pada awal pekan ini.
Edukasi Keselamatan dan Kebersihan Pesisir
Sejak pagi hari, personel piket Pos Polairud Senggigi telah bergerak menyisir bibir pantai guna berinteraksi langsung dengan para pengunjung dan pedagang. Dalam kegiatan Polisi Masyarakat (Polmas) tersebut, petugas menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran akan kebersihan ini dinilai krusial untuk mempertahankan daya tarik wisata Senggigi yang dikenal dengan kejernihan airnya.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Polairud, AKP L. Nursidi, menyampaikan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat akan keselamatan diri.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung maupun pedagang di sekitar pantai untuk senantiasa menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Selain itu, kami juga meminta para orang tua untuk lebih ekstra dalam mengawasi anak-anak mereka saat mandi maupun bermain di pinggir pantai agar tetap waspada terhadap arus laut,” ungkap AKP L. Nursidi dalam keterangannya.
Patroli Dialogis Guna Antisipasi Tindak Kriminalitas
Selain fokus pada keselamatan fisik pengunjung, personel Sat Polairud juga memperketat pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan melalui patroli rutin di seputaran dermaga dan area publik lainnya. Patroli ini dirancang untuk mengantisipasi adanya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta kejahatan konvensional lainnya yang mungkin terjadi di keramaian.
Kehadiran seragam polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan efek deterens atau pencegahan bagi pelaku kejahatan. Hingga siang hari, dilaporkan bahwa area dermaga dan sekitaran pos pantau berada dalam kondisi yang aman dan tertib. Tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan maupun pelanggaran hukum yang menonjol di sepanjang garis pantai yang dipantau oleh petugas.








