LOMBOK BARAT – Arus distribusi ternak sapi dari Pulau Lombok menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, terus menunjukkan pergerakan yang dinamis namun tetap terkendali. Hingga memasuki pekan keempat bulan April 2026, pihak kepolisian terus melakukan monitoring intensif guna memastikan kelancaran lalu lintas dan keamanan di kawasan vital tersebut.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, menyampaikan bahwa situasi di lapangan saat ini berada dalam kondisi yang kondusif. Berdasarkan pemantauan terbaru yang dilakukan pada Rabu dini hari, 22 April 2026, antrean kendaraan pengangkut ternak di area pelabuhan terpantau mulai melandai dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Upaya Monitoring Rutin di Titik Krusial Pelabuhan
Pihak Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Lembar secara konsisten melaksanakan pemantauan di sejumlah titik strategis, termasuk di Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) Pelabuhan PT ASDP Lembar dan RTK Gilimas PT Pelindo Lembar. Monitoring ini menjadi kunci utama dalam mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat menghambat akses logistik lainnya.
Iptu Imran menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap unit truk yang tiba dapat segera terakomodasi dalam jadwal keberangkatan kapal. “Kami melakukan monitoring perkembangan situasi antrean truk pengangkut ternak sapi pada Rabu (22/4) pukul 00.40 WITA. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, jumlah antrean di dalam RTK Pelabuhan Gilimas saat ini dilaporkan nihil atau kosong,” ungkapnya dalam keterangan resmi.
Meskipun di area RTK utama terpantau kosong, kepolisian mencatat adanya kendaraan yang masih berada dalam jalur transit. Diketahui terdapat sekitar 16 unit truk yang berada di jalur lalu lintas Segenter menuju Gili Mas yang sedang menunggu giliran untuk memasuki area RTK. Kondisi ini dinilai masih dalam batas normal dan tidak menimbulkan kemacetan yang berarti bagi pengguna jalan lainnya.
Data Keberangkatan Ternak Sapi Menuju Banyuwangi
Volume pengiriman hewan ternak melalui Pelabuhan Gilimas menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, tercatat cukup tinggi dalam satu bulan terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun, total kendaraan yang telah diberangkatkan mencapai 665 unit truk tronton dan 1 unit kendaraan pickup. Tren positif ini mencerminkan tingginya permintaan pasar akan pasokan sapi asal Nusa Tenggara Barat di wilayah Jawa.
Dalam penjelasannya, Iptu Imran merincikan bahwa aktivitas pemuatan dilakukan hampir setiap hari dengan melibatkan sejumlah armada kapal besar seperti KM Mutiara Ferindo II, KM Mutiara Barat, dan KM Mutiara Sentosa III. Intensitas pengiriman ini menunjukkan sinergi yang baik antara pihak otoritas pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan pengusaha ternak.
“Sejak akhir Maret hingga hari ini, proses pemuatan terus berjalan berkelanjutan. Sebagai contoh, pada tanggal 20 April 2026, KM Mutiara Sentosa III mengangkut sebanyak 51 unit truk. Kemudian diikuti pada 21 April oleh KM Mutiara Barat sebanyak 17 unit, dan yang terbaru pada hari ini, 22 April, KM Mutiara Sentosa III kembali mengangkut sebanyak 35 unit truk ternak,” tambah Iptu Imran.












