Sinergi Bhabinkamtibmas dan Kelompok Tani
Keberhasilan penyaluran ini tidak lepas dari koordinasi intensif antara Bhabinkamtibmas Desa Beleke, AIPDA Mahsun, dengan pengurus Kelompok Tani Bheneka Tani. AIPDA Mahsun terlihat memantau langsung proses pemuatan barang untuk memastikan tidak ada kendala teknis maupun gangguan keamanan selama perjalanan menuju lokasi tujuan di Mataram.
Baehaki, selaku pemilik gudang sekaligus Ketua Kelompok Tani, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran kepolisian. Menurutnya, pendampingan ini memberikan keyakinan bagi petani bahwa hasil panen mereka benar-benar dihargai dan mendapatkan jalur distribusi yang legal serta transparan. Kehadiran petugas di lapangan juga meminimalisir potensi praktik spekulan yang seringkali merugikan petani kecil di saat musim panen raya.
Implikasi Terhadap Ekonomi dan Cadangan Pangan
Secara makro, penyaluran 5 ton jagung ini merupakan kontribusi nyata dari Kecamatan Gerung terhadap stok cadangan pangan pemerintah. Dengan terserapnya hasil panen ini, BULOG memiliki instrumen yang cukup untuk melakukan intervensi pasar apabila terjadi fluktuasi harga jagung di masa mendatang. Selain itu, hal ini memberikan kepastian ekonomi bagi para petani karena mendapatkan harga yang sesuai dengan regulasi pemerintah.
Seluruh rangkaian kegiatan distribusi berakhir pada pukul 18.20 WITA. Armada pengangkut tiba di Gudang BULOG Bengkel dengan aman dan seluruh proses administrasi serah terima diselesaikan tanpa kendala.
AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen melakukan pemantauan serupa di wilayah hukum Polsek Gerung. Pengawasan dan pengendalian (Wasdal) akan terus ditingkatkan seiring dengan berlanjutnya masa panen di beberapa titik wilayah Lombok Barat, demi terwujudnya kedaulatan pangan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.












