LOMBOK BARAT – Kemeriahan hari jadi Kabupaten Lombok Barat yang ke-68 mencapai puncaknya melalui gelaran sport tourism bertajuk Night Run. Guna menjamin keselamatan peserta dan kelancaran arus lalu lintas, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat mengerahkan personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) untuk melakukan pengamanan ketat di sepanjang rute yang dilalui para pelari pada Jumat malam, 17 April 2026.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.30 WITA ini memfokuskan pengamanan pada sejumlah titik krusial yang menjadi pusat mobilitas kendaraan di wilayah Gerung dan sekitarnya. Pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung agenda pemerintah daerah sekaligus memastikan masyarakat dapat menikmati hiburan malam dengan rasa aman.
Sterilisasi Rute dan Penempatan Personel di Titik Strategis
Penyelenggaraan Night Run tahun ini menarik antusiasme tinggi dari ribuan masyarakat, baik pelari profesional maupun komunitas hobi. Mengingat kegiatan dilakukan pada malam hari, aspek visibilitas dan sterilisasi rute menjadi prioritas utama pihak kepolisian. Petugas di lapangan memastikan setiap persimpangan dan jalur utama bebas dari hambatan kendaraan yang dapat membahayakan para peserta.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan area rawan kemacetan dan kecelakaan jauh sebelum acara dimulai. Strategi pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel secara berlapis di simpul-simpul jalan utama yang dilintasi peserta.
“Kami telah menurunkan personel di lima titik utama, mulai dari Bundaran Penas hingga Simpang 4 Gerung (Baital Atiq). Fokus utama kami adalah memastikan rute benar-benar steril sehingga peserta Night Run dapat berlari dengan nyaman tanpa gangguan arus kendaraan,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya di sela-sela pemantauan arus.
Koordinasi Intensif Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Barat
Pengamanan ini melibatkan unit-unit penting di bawah naungan Sat Lantas Polres Lombok Barat. Terlihat di lapangan, KBO Sat Lantas, Kanit Turjawali, hingga Kanit Gakkum memimpin langsung operasional anggota yang telah ditunjuk melalui surat perintah (sprin). Mereka bertugas mengatur pengalihan arus sementara di beberapa titik untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.
Adapun lokasi yang menjadi perhatian khusus meliputi Bundaran Penas, Bundaran GMS, Simpang 3 Imam Bonjol, Simpang 4 Mesanggok, hingga area Simpang 4 Gerung (Baital Atiq). Penempatan petugas di lokasi-lokasi tersebut bertujuan untuk mengarahkan pengguna jalan agar mengambil jalur alternatif selama perlombaan berlangsung.
Iptu Anton menambahkan bahwa keberhasilan pengamanan ini juga tidak lepas dari kesadaran masyarakat pengguna jalan. “Kami mengapresiasi masyarakat yang telah tertib mengikuti arahan petugas di lapangan. Secara umum, hingga selesainya acara, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya insiden menonjol,” tambahnya.






