Binkam

Polres Lombok Barat Fasilitasi Pendistribusian 6,3 Ton Jagung Petani ke Gudang BULOG Lembar

×

Polres Lombok Barat Fasilitasi Pendistribusian 6,3 Ton Jagung Petani ke Gudang BULOG Lembar

Sebarkan artikel ini
Polres Lombok Barat Fasilitasi Pendistribusian 6,3 Ton Jagung Petani ke Gudang BULOG Lembar

Dampak Ekonomi dan Stabilitas Harga bagi Petani

Penyerapan jagung oleh BULOG melalui skema pendampingan kepolisian ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selama ini, fluktuasi harga di tingkat pasar sering kali menjadi tantangan bagi para petani saat masa panen raya tiba. Dengan masuknya hasil panen ke Gudang BULOG, harga di tingkat petani diharapkan dapat terjaga pada level yang stabil dan menguntungkan.

Ketua Kelompok Tani Batu Rapat Jaya, Sukian, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan yang diberikan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, koordinasi yang baik antara petani, Polri, dan BULOG sangat membantu dalam mempercepat proses administrasi dan teknis pengiriman. Hal ini juga memberikan motivasi bagi anggota kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka.

Pihak BULOG yang hadir melakukan pengawasan juga memastikan bahwa setiap butir jagung yang masuk telah memenuhi kriteria distribusi yang ditetapkan. Penyaluran hasil panen ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memenuhi stok cadangan pangan pemerintah (CPP), yang nantinya akan digunakan untuk intervensi pasar maupun bantuan sosial jika diperlukan.

Situasi Kondusif Hingga Proses Distribusi Berakhir

Seluruh rangkaian kegiatan pendistribusian jagung ini berakhir pada pukul 14.20 WITA. Berdasarkan laporan di lapangan, situasi selama proses bongkar muat hingga verifikasi administrasi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Tidak ada kendala berarti yang ditemukan selama proses pengiriman dari Desa Mareje Timur hingga ke Desa Jembatan Gantung.

AKP Taufik Hidayat menutup keterangannya dengan menyatakan bahwa Polri akan terus berkomitmen mendukung sektor pertanian di wilayah Lombok Barat. “Ke depannya, kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memonitor perkembangan hasil panen di wilayah lain. Tujuannya satu, yakni memastikan kesejahteraan petani terjaga dan kedaulatan pangan di Lombok Barat tetap kokoh,” pungkasnya.