Lombok Barat, NTB – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program strategis Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Langkah ini diimplementasikan secara konkret melalui aksi lapangan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Labuapi melalui kegiatan sambang produktif di tingkat desa.
Pada Rabu (4/2), Personel Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot melaksanakan pemantauan sekaligus edukasi langsung kepada masyarakat binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi pola pikir masyarakat agar lebih produktif dalam memanfaatkan sumber daya lahan yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
Peran Strategis Polri sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa
Kehadiran Polri di tengah masyarakat kini tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga merambah sebagai katalisator pembangunan ekonomi. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama stabilitas nasional.
“Kami mengarahkan seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk menjadi motor penggerak bagi warga binaannya. Fokus kita saat ini adalah bagaimana setiap jengkal lahan yang ada di desa bisa menjadi area produktif yang menghasilkan manfaat ekonomi bagi keluarga,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Menurutnya, kegiatan sambang produktif ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya pendampingan berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemandirian pangan. Dengan kemandirian di tingkat keluarga, diharapkan ketergantungan terhadap pasar dapat berkurang dan stabilitas harga komoditas pangan dapat terjaga.
Implementasi Nyata di Desa Karang Bongkot
Berdasarkan fakta visual di lapangan, Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot tidak hanya memberikan instruksi lisan, tetapi juga turun tangan membantu warga. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah distribusi sarana produksi pertanian. Petugas terpantau memberikan bantuan berupa benih tanaman pangan kepada sejumlah warga untuk memotivasi mereka memulai bercocok tanam.
Selain distribusi benih, optimalisasi lahan pekarangan rumah menjadi fokus utama dalam edukasi kali ini. Mengingat keterbatasan lahan di area pemukiman, petugas mendorong penggunaan media polibag dan sistem rak vertikultur. Teknik ini dinilai sangat efisien bagi warga yang ingin menanam komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran hijau tanpa memerlukan lahan yang luas.
Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa pemanfaatan pekarangan adalah solusi cerdas untuk menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok. “Jika setiap rumah tangga memiliki tanaman cabai atau sayuran sendiri, tekanan ekonomi akibat kenaikan harga pangan di pasar tidak akan terlalu terasa. Ini adalah wujud nyata dari kedaulatan pangan yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga,” imbuhnya.












