Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menanamkan budaya disiplin berlalu lintas sejak dini dan mencetak generasi muda yang taat hukum, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat menggelar kegiatan pembinaan rutin bagi anggota Pramuka Saka Bhayangkara (Prasbhara). Kegiatan yang menyasar peserta dari Kwartir Ranting (Kwarran) Gerung dan Kuripan ini berlangsung khidmat di halaman Polsek Gerung pada Minggu, 18 Januari 2026.
Pembinaan ini merupakan bagian dari program strategis Polri untuk merangkul Pramuka Penegak dan Pandega agar memiliki keterampilan khusus di bidang kebhayangkaraan, khususnya kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas).
Kolaborasi Strategis Polri dan Generasi Muda
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Lombok Barat, Ipda Supriadi Saputra. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian materi yang diberikan, mulai dari teori dasar hingga simulasi lapangan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah membekali para anggota Pramuka dengan pengetahuan mendalam mengenai etika berkendara, pengenalan rambu-ramu lalu lintas, serta pemahaman terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa keterlibatan Pramuka dalam pembinaan ini sangat krusial. Menurutnya, Pramuka Saka Bhayangkara merupakan mitra strategis kepolisian dalam menyebarkan pesan keselamatan kepada masyarakat luas, terutama di lingkungan sekolah.
“Pembinaan Saka Bhayangkara oleh Satuan Lalu Lintas ini adalah program nyata Polri dalam melatih disiplin serta keterampilan lalu lintas bagi adik-adik Pramuka. Kami ingin membentuk mereka tidak hanya terampil secara organisasi, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang tinggi,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya dalam keterangannya.
Menyiapkan Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
Lebih lanjut, Iptu Anton menekankan bahwa materi yang diberikan mencakup spektrum yang luas, mulai dari hal teknis hingga moralitas dalam berkendara. Para anggota Prasbhara diharapkan mampu menjadi contoh bagi rekan-rekan sebaya mereka. Dengan pemahaman yang kuat mengenai keselamatan jalan raya, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan remaja diharapkan dapat ditekan secara signifikan di wilayah hukum Polres Lombok Barat.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan mereka sebagai pelopor keselamatan dan agen perubahan positif. Mereka adalah representasi Polri di tengah masyarakat dan sekolah. Melalui kemitraan yang erat antara Polri dan Pramuka ini, kita berharap pesan-pesan tertib lalu lintas dapat tersampaikan secara lebih efektif dan humanis,” tambah Iptu Anton.
Selama kegiatan, Ipda Supriadi Saputra bersama tim unit Kamsel memberikan edukasi interaktif. Para peserta diajak untuk memahami bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan sebuah kebutuhan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Selain materi lalu lintas, unsur kedisiplinan dan mentalitas kepemimpinan juga disisipkan dalam setiap sesi latihan guna membentuk karakter Bhayangkara yang tangguh.












