Integrasi Sektor Pertanian dan Peternakan
Selain fokus pada tanaman hortikultura, Bhabinkamtibmas Desa Batulayar juga mendorong warga untuk melihat potensi integrasi antar sektor. Penguatan ketahanan pangan di wilayah ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertanian, tetapi juga menyentuh sektor peternakan sebagai unit pendukung ekonomi rumah tangga.
Konsep pertanian terpadu atau integrated farming mulai diperkenalkan secara perlahan. Warga didorong untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak, dan sebaliknya, kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan lahan hortikultura mereka. Siklus ini menciptakan efisiensi biaya produksi bagi warga.
“Target kami adalah terciptanya ekosistem pangan yang mandiri di tingkat dusun. Jika warga konsisten memanfaatkan lahan kosong dan mengintegrasikannya dengan sektor lain seperti peternakan, maka kebutuhan pangan bergizi dan tambahan pendapatan ekonomi akan terpenuhi secara berkelanjutan,” tambah AKP I Putu Krisna Varananda.
Mendukung Visi Swasembada Pangan Nasional
Aksi yang dilakukan di Desa Batulayar ini merupakan bagian kecil dari peta jalan besar Polri dalam menyukseskan visi swasembada pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan stabilitas sosial melalui kemandirian pangan.
Ke depannya, Polsek Batulayar berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan sosialisasi ini ke dusun-dusun lain. Harapannya, kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan produktif dapat terus tumbuh dan menjadi gaya hidup baru di tengah tantangan ekonomi global. Melalui pendampingan yang intensif, Desa Batulayar diharapkan mampu menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat dalam hal kedaulatan pangan berbasis komunitas.












