Mendorong Diversifikasi Komoditas Hortikultura
Selain memberikan apresiasi, personel Bhabinkamtibmas juga berperan sebagai motivator untuk mendorong diversifikasi tanaman. Warga diingatkan untuk tidak terpaku pada satu jenis komoditas saja. Dalam dialog hangat di kediaman warga, petugas menyarankan penanaman varietas yang beragam seperti cabai rawit, tomat, sawi, kangkung, hingga tanaman obat keluarga (TOGA).
Diversifikasi ini dianggap krusial mengingat fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar, terutama cabai dan tomat, seringkali menjadi pemicu inflasi di tingkat daerah. Dengan menanam sendiri komoditas tersebut, beban pengeluaran rumah tangga dapat ditekan secara signifikan. Lebih jauh lagi, ketersediaan sayuran segar yang ditanam secara organik tanpa pestisida kimia berlebih tentunya akan meningkatkan kualitas kesehatan bagi keluarga yang mengonsumsinya.
“Kami terus mendorong warga agar tidak hanya menanam satu jenis sayuran. Dengan keberagaman bibit yang ditanam, kebutuhan dapur bisa terpenuhi secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada pasar. Jika hasil produksinya melimpah, ini tentu memiliki nilai ekonomis lebih yang bisa dijual atau setidaknya dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk penguatan solidaritas sosial di desa,” tambah Iptu I Nyoman Rudi Santosa.
Menuju Stabilitas Ekonomi dan Ketahanan Nasional
Inisiatif yang dilakukan di Desa Bengkel ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan yang lebih luas di seluruh wilayah hukum Polsek Labuapi. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memberikan solusi nyata atas tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat pasca-dinamika global yang mempengaruhi harga pangan.
Pemerintah meyakini bahwa ketahanan pangan nasional yang kokoh dimulai dari ketahanan pangan di tingkat terkecil, yaitu keluarga. Dengan pemanfaatan setiap jengkal lahan yang tersedia, masyarakat Desa Bengkel telah berkontribusi pada pencapaian visi besar Indonesia dalam menciptakan kedaulatan pangan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut guna menciptakan ekosistem pertanian mandiri yang berkelanjutan bagi masa depan generasi mendatang.












