Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) yang kondusif, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lombok Barat terus mengintensifkan pendekatan humanis kepada masyarakat. Pada Rabu, 14 Januari 2026, jajaran Unit Kamsel Sat Lantas Polres Lombok Barat menggelar kegiatan patroli dialogis melalui program unggulan “Polantas Menyapa” yang menyasar para pengemudi angkutan berat.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.30 WITA ini dipusatkan di Rest Area Truk Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Lokasi ini dipilih secara strategis mengingat kawasan Lembar merupakan titik vital pergerakan logistik di Pulau Lombok, di mana intensitas kendaraan besar seperti truk pengangkut barang sangat tinggi.
Pendekatan Humanis Melalui Program Polantas Menyapa
Program Polantas Menyapa kali ini dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Lombok Barat, IPDA Supriadi Saputra, di bawah kendali Kasat Lantas Polres Lombok Barat. Petugas menyambangi kelompok masyarakat tidak terorganisir, khususnya para sopir truk yang sedang beristirahat maupun yang tengah mempersiapkan perjalanan menuju pelabuhan atau wilayah lainnya.
Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar patroli rutin, melainkan sebuah bentuk edukasi berkelanjutan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar. Menurutnya, interaksi langsung di lapangan jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada para pengguna jalan.
“Kami hadir di tengah-tengah para sopir truk di Rest Area Jembatan Gantung untuk melaksanakan patroli sekaligus memberikan edukasi Kamseltibcar Lantas. Kami ingin memastikan bahwa setiap pengemudi memiliki pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya keselamatan, bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya dalam keterangan resminya.
Fokus Utama: Penanganan Over Dimension dan Over Load (ODOL)
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam edukasi kali ini adalah persoalan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Fenomena truk yang membawa muatan berlebih atau melakukan modifikasi dimensi kendaraan masih menjadi tantangan besar dalam manajemen lalu lintas, karena berdampak langsung pada kerusakan infrastruktur jalan dan risiko fatalitas kecelakaan.
Iptu Anton Prasetya Wijaya menegaskan bahwa para sopir truk harus memiliki kesadaran mandiri untuk menolak membawa muatan yang melebihi kapasitas teknis kendaraan. Beban yang berlebih dapat memicu kegagalan sistem pengereman serta mengurangi stabilitas kendaraan saat bermanuver di jalan raya yang berkelok atau menanjak.
“Dalam kegiatan hari ini, kami secara khusus memberikan penekanan agar para sopir truk menghindari praktik Over Dimension maupun Over Load. Kami mengimbau agar mereka selalu mematuhi aturan berlalu lintas di jalan raya. Hal ini sangat penting demi terciptanya Kamseltibcar Lantas yang optimal di wilayah hukum Polres Lombok Barat,” tambah Iptu Anton.












