Jatuhnya Korban Jiwa dan Kerugian Materiil yang Signifikan
Bencana ini membawa kabar duka dengan adanya satu korban jiwa yang terkonfirmasi di Dusun Sauh, Desa Persiapan Blongas. Otoritas setempat menyatakan bahwa korban tidak sempat menyelamatkan diri saat arus air mulai meninggi. Hingga saat ini, jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan disemayamkan di rumah duka sembari menunggu proses pemakaman oleh pihak keluarga.
Selain korban jiwa, kekuatan arus banjir juga menghanyutkan satu unit rumah warga di Dusun Bengkang, Desa Buwun Mas. Rumah permanen tersebut tersapu arus deras sungai yang meluap hingga menyisakan puing-puing. Namun, petugas memastikan bahwa rumah tersebut dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung.
“Terdapat satu unit rumah di Dusun Bengkang yang hanyut terbawa banjir. Namun, berdasarkan pengecekan kami di lapangan, rumah tersebut sudah lama tidak berpenghuni karena pemiliknya sudah meninggal dunia, sehingga dipastikan tidak ada korban tambahan dari kejadian rumah hanyut tersebut,” jelas Iptu I Ketut Suriarta menekankan kondisi di lapangan.
Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat Tim Gabungan
Merespons situasi yang kian kritis, operasi penanganan darurat dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Lombok Barat bersama Kasat Samapta Polres Lombok Barat dan Kapolsek Sekotong. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, BPBD, dan Basarnas Kabupaten Lombok Barat menyusuri jalan-jalan protokol dan gang-gang sempit yang terendam untuk mengevakuasi warga yang terjebak, terutama lansia dan anak-anak.
Petugas di lapangan juga membantu masyarakat menyelamatkan barang-barang berharga serta kendaraan bermotor ke area yang lebih aman. Meski saat ini air dilaporkan mulai berangsur surut di beberapa titik, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan susulan masih sangat tinggi di wilayah Nusa Tenggara Barat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera mengamankan diri serta barang berharga jika melihat tanda-tanda debit air kembali naik. Saat ini, air mulai berangsur surut, namun personel kami tetap siaga di lokasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memberikan bantuan logistik awal bagi warga terdampak,” pungkas Iptu I Ketut Suriarta menutup penjelasannya.












