Eksplorasi Destinasi Wisata Unggulan di Pulau Lombok
Berdasarkan data manifest, MS Regatta mengangkut sebanyak 620 wisatawan mancanegara dan didukung oleh 387 orang kru kapal. Dari total penumpang tersebut, ratusan wisatawan langsung bergerak menuju berbagai destinasi wisata populer di Lombok. Mereka terbagi dalam dua kelompok, yakni wisatawan yang mengikuti paket tur resmi dan wisatawan mandiri.
Sekitar 209 wisatawan memilih untuk menggunakan jasa delapan unit bus besar yang telah disiapkan untuk menuju lokasi-lokasi ikonik. Destinasi yang menjadi tujuan utama meliputi Museum NTB, pusat kerajinan mutiara, Pantai Senggigi, Taman Mayura, hingga situs bersejarah Pura Lingsar dan Pura Narmada. Selain itu, kawasan selatan seperti Desa Adat Sade, Pantai Kuta, dan Sirkuit Mandalika juga menjadi daya tarik utama bagi para tamu internasional ini.
Tidak hanya menggunakan bus, geliat ekonomi juga dirasakan oleh penyedia transportasi lokal. Koperasi Jasa Angkutan Pelabuhan menyiagakan sekitar 50 unit minibus untuk melayani wisatawan yang ingin melakukan perjalanan mandiri atau private tour ke wilayah Sekotong hingga pusat kerajinan tenun di Desa Sukarara.
Harapan bagi Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Kehadiran kapal pesiar REGATTA diharapkan mampu memberikan dampak domino bagi masyarakat Lombok Barat dan sekitarnya. Dengan durasi kunjungan hingga pukul 17.00 WITA, para wisatawan memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan budaya lokal dan membeli produk-produk UMKM khas Nusa Tenggara Barat.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Pelabuhan Gili Mas dilaporkan tetap kondusif. Koordinasi antara Kepolisian, Pelindo, dan pihak agen kapal memastikan bahwa arus lalu lintas wisatawan berjalan lancar tanpa mengganggu operasional rutin pelabuhan. Keberhasilan penyambutan ini diharapkan semakin memperkuat citra Lombok sebagai destinasi wisata kelas dunia yang aman dan ramah bagi kapal pesiar internasional.












