Binkam

Bhabinkamtibmas Labuapi Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong

×

Bhabinkamtibmas Labuapi Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong

Sebarkan artikel ini
Polri Edukasi Pemanfaatan Lahan Produktif di Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya mendukung penuh program kedaulatan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Labuapi, Polres Lombok Barat, terus mengintensifkan pendampingan kepada masyarakat petani di tingkat desa. Langkah konkret ini diwujudkan melalui aksi sosialisasi dan edukasi langsung di lapangan yang menyasar pemanfaatan lahan-lahan produktif milik warga.

Pada Jumat, 9 Januari 2026, personel Bhabinkamtibmas Desa Terong Tawah, Bripka S. Huda, melaksanakan kegiatan sambang desa yang difokuskan di Dusun Terong Tawah Timur. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA ini bertujuan untuk mengajak masyarakat mengoptimalkan setiap jengkal tanah yang dimiliki, baik berupa lahan pertanian maupun pekarangan rumah, guna memperkuat ketahanan pangan keluarga dan nasional.

Edukasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Area Kosong

Kehadiran Polri di tengah area pertanian tersebut bukan sekadar melakukan pengamanan, melainkan berperan sebagai fasilitator antara kebijakan pemerintah dan implementasi di masyarakat. Bripka S. Huda meninjau langsung sejumlah lahan produktif serta berdialog dengan para tokoh masyarakat dan pemilik lahan. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya mengubah lahan yang selama ini terbengkalai atau hanya ditumbuhi rumput liar menjadi area tanam yang menghasilkan.

Fokus utama edukasi ini adalah penanaman tanaman pangan produktif seperti palawija, sayur-mayur, hingga tanaman hortikultura lainnya yang memiliki masa panen relatif singkat. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, warga diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, melainkan dapat memanen hasil jerih payah sendiri.

Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung program ketahanan pangan merupakan instruksi langsung untuk memastikan masyarakat tetap produktif. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat di tingkat desa akan menjadi fondasi utama bagi stabilitas ekonomi nasional yang lebih luas.

“Kami hadir untuk memastikan program ketahanan pangan nasional benar-benar menyentuh lapisan terbawah, yaitu keluarga di pedesaan. Kami mendorong warga untuk memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah agar lebih produktif. Minimal, hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sendiri sebelum kemudian dikembangkan secara ekonomi,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat memberikan keterangan resminya.

Mendengar Aspirasi dan Kendala Petani Lokal

Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi Polri untuk menyerap aspirasi dari para petani. Dialog dua arah terjalin saat warga menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari masalah ketersediaan pupuk, sistem irigasi, hingga tantangan hama yang kerap mengganggu produktivitas hasil tanam.

Bhabinkamtibmas mencatat setiap keluhan tersebut sebagai bahan koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait, termasuk penyuluh pertanian lapangan (PPL) di tingkat kecamatan. Koordinasi yang baik ini diharapkan dapat menjaga semangat warga untuk terus bertani dengan teknik yang lebih efektif dan efisien. Kemandirian pangan di tingkat desa dinilai sangat krusial, mengingat dinamika ekonomi yang terkadang menyebabkan fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran.

Baca Juga :  Ratusan Personel Polres Bima Kota Menangis di Malam 17-an, Ikuti Self Healing Training and Emotional Cleansing Kota Bima, NTB (17 Agustus 2025) - Ada suasana berbeda di Polres Bima Kota pada momen malam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan personel Polres Bima Kota bersama Bhayangkari larut dalam keharuan hingga meneteskan air mata saat mengikuti kegiatan Self Healing Training and Emotional Cleansing yang digelar di Lapangan Olahraga Tatag Trawang Tungga, Sabtu (16/8/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 23.00 Wita tersebut dihadiri lebih dari 600 peserta, terdiri dari personel Polres Bima Kota, Bhayangkari, Pejabat Utama, serta tamu undangan penting, antara lain Wakil Wali Kota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kepala Rutan, dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si. dalam sambutannya menegaskan pentingnya memaknai kemerdekaan tidak hanya secara fisik, tetapi juga pada aspek mental dan spiritual. “Kita sudah merdeka 80 tahun, tapi jika masih ada jiwa yang terkungkung, artinya secara personal belum merdeka. Mengelola hati butuh soft skills agar kita tidak hanya menjaga fisik, tetapi juga kesehatan mental yang bersumber dari kecerdasan hati,” ujar Kapolres. Sebagai bentuk nyata, Kapolres menghadirkan motivator nasional sekaligus peraih rekor MURI, Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., C.Ps., yang juga Direktur Pusat Training dan Motivasi Thanks Institute Indonesia. Dalam materinya, Dr. Ketut memperkenalkan metode senam otak, senam hati, dan hipnoterapi untuk membantu peserta membersihkan emosi negatif (Emotional Cleansing). “Senam otak bertujuan meningkatkan suplai oksigen ke otak agar lebih fokus dan inovatif dalam bekerja. Sementara senam hati memberikan ketenangan dalam menghadapi masalah serta membentuk jiwa yang merdeka dan bahagia,” jelas Dr. Ketut. Suasana menjadi penuh haru ketika sesi puncak Emotional Cleansing berlangsung. Banyak peserta, termasuk personel Polres, Bhayangkari, hingga pejabat yang hadir, tidak kuasa menahan air mata saat merasakan pelepasan beban emosional yang selama ini mereka pendam. Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, yang mengikuti acara hingga selesai, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. “Terima kasih Pak Kapolres, terima kasih Pak Motivator, ilmunya sangat bermanfaat untuk kami. Saya merasa lebih lega dan bahagia,” ungkapnya dengan penuh haru. Kegiatan Self Healing Training and Emotional Cleansing ini menjadi yang pertama kali digelar di jajaran Polda NTB, sekaligus menandai cara baru Polres Bima Kota memperingati kemerdekaan dengan refleksi batin, pembebasan jiwa, dan penguatan mental personel agar lebih siap menghadapi tantangan tugas ke depan.