Tim juga mendata dua anak dengan kondisi stunting, masing-masing satu anak di Kampung Atu Payung dan satu anak di Kampung Serule, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran dan tanggung jawab Polri dalam memastikan keselamatan serta kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.
“Polri berkomitmen memastikan setiap informasi yang berkembang di masyarakat ditindaklanjuti secara cepat dan profesional. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk klarifikasi, tetapi juga memberikan pelayanan nyata, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak,” ujar Trunoyudo.
Ia menambahkan, meskipun warga telah kembali ke rumah masing-masing dan tidak terdapat lagi pengungsian pascabencana, kebutuhan dasar masyarakat masih mendesak. Akses jalan menuju wilayah terdampak masih terbatas, sementara penerangan dan jaringan komunikasi belum pulih sepenuhnya.
“Situasi ini tentu membutuhkan perhatian bersama. Kami mendorong percepatan koordinasi lintas sektoral agar akses jalan dan layanan dasar, khususnya kesehatan, dapat segera normal kembali,” tambahnya.
Polri menegaskan akan terus hadir dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait guna memastikan keselamatan, kesehatan, dan kepastian informasi bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.












