Asosiasi Pengusaha Transportasi (APTA) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh dan menjaga Kamtibmas menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yaitu pada tanggal 25 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mendatang. Dalam upaya tersebut, APTA NTB siap menyiapkan ratusan kendaraan untuk melayani kebutuhan transportasi selama hari libur Nataru 2026 tersebut.
Dalam pernyataannya, APTA NTB bersama mitra kerja akan bersama – sama untuk menciptakan keharmonisan selama Nataru 2026, aparat kepolisian, dan tokoh masyarakat, pegiat pariwisata KEK Mandalika, segera membahas persiapan dan dukungan menjelang Nataru 2026. Asosiasi Pengusaha Transportasi NTB akan tetap menjadi pihak yang terus mengedepankan kepentingan bersama untuk membangun sinergitas Pelaku Transportasi NTB Guna Mendukung dan Mensukseskan situasi yang kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.
Ketua APTA NTB, Lalu Reza Fadilla, menyatakan bahwa meski ada berbagai isu yang berkembang di masyarakat terkait kondisi persaingan usaha menjalang Nataru 2026, APTA NTB berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal dan kolaborasi yang saling menguntungkan sehingga pariwisata berjalan selaras untuk kemajuan bersama khususnya di bidang transportasi.
“Kami telah memiliki hubungan kemitraan yang baik dengan berbagai pihak terkait. APTA NTB yang memiliki anggota sekitar 60 orang dan siap membantu pihak kepolisian untuk mengamankan dan memberikan pelayanan yang optimal selama Natal dan Tahun Baru 2026,” kata Reza.
Reza juga menegaskan bahwa tarif angkutan menjelang Natal dan Tahun Baru tidak akan mengalami kenaikan.
“Harga tarif angkutan tetap sama seperti pada berbagai event atau kondisi liburan sebelumnya karena regulasinya sudah diatur. Kami ingin memastikan tidak ada isu mengenai kenaikan tarif,” tambahnya.
Sementara itu, Asosiasi perhotelan Mandalika mendukung langkah APTA NTB dalam menjaga kondusifnya harga tarif menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. komitmen untuk memajukan pariwisata di kawasan Mandalika dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Menurut penelitian kami, lima sektor terdampak positif saat ada aktivitas di Mandalika, termasuk sektor transportasi. Kami berharap layanan transportasi terus ditingkatkan agar para tamu tidak hanya datang sekali, tetapi kembali lagi ke NTB,” ungkapnya.
Sedangkan tarif harga hotel di Kawasan Mandalika di kisaran 50% hal tersebut tergolong wajar, untuk pemesan kamar hotel menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 di kawasan Mandalika hampir penuh. Harapan besar terhadap situasi pariwisata di NTB yang kondusif dan mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat untuk memastikan keamanan sampai selesainya massa libur Nataru 2026.












