Binkam

Nyongkolan Sasak Lombok Barat Aman Berkat Pengawalan Polisi

×

Nyongkolan Sasak Lombok Barat Aman Berkat Pengawalan Polisi

Sebarkan artikel ini
Demi Kelancaran Adat, Personel Polsek Sekotong Atur Arus Nyongkolan

Lombok Barat, NTB – Tradisi Nyongkolan, ritual adat Sasak yang selalu meriah pasca pernikahan, kembali digelar di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Untuk memastikan kelancaran acara sekaligus menjaga ketertiban arus lalu lintas, personel Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Polda NTB, turun tangan melaksanakan pengamanan dan pengaturan jalan. Kegiatan ini menjadi contoh harmonisasi antara pelestarian adat Sasak dan pelayanan publik, menjamin perayaan berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh pihak.

Nyongkolan kali ini berlangsung pada Senin, 15 Desember 2025, mulai pukul 16.30 hingga 18.00 WITA. Rombongan pengantin bergerak dari Dusun Mahuni menuju Dusun Telise, yang keduanya merupakan bagian dari Desa Persiapan Belongas. Seluruh rangkaian acara, yang diwarnai oleh iringan musik tradisional seperti kecimol dan gendang belek yang khas, mendapat pengawalan ketat di sepanjang jalan Dusun Telise.

Pengamanan Maksimal untuk Kelancaran Ritual Adat

Pengamanan ini berfokus pada dua sasaran utama: rombongan peserta Nyongkolan dan masyarakat pengguna jalan lainnya. Mengingat kegiatan adat Nyongkolan seringkali menggunakan bahu jalan, kehadiran petugas kepolisian sangat vital untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan.

Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, S.H., M.I.Kom., memantau langsung pelaksanaan tugas ini. Menurutnya, pengamanan kegiatan adat merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas).

“Kami mengerahkan Bhabinkamtibmas Desa Buwun Mas bersama dua anggota Shabara Polsek Sekotong untuk mengamankan dan mengatur arus lalu lintas kegiatan adat Sasak nyongkolan ini,” ujar Iptu Suriarta. “Fokus kami adalah memastikan rombongan dapat berprosesi dengan khidmat dan aman, sementara pengguna jalan lainnya juga tidak terganggu secara signifikan. Ini adalah bentuk komitmen Polri dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan pengaturan arus lalu lintas ini melibatkan penempatan petugas di titik-titik strategis sepanjang rute yang dilalui rombongan. Dengan sigap, petugas mengimbau dan mengarahkan kendaraan, memastikan laju rombongan yang diiringi oleh dua iringan musik kecimol dan gendang belek dapat berjalan lancar. Prosesi ini sendiri merupakan salah satu daya tarik budaya yang seringkali menarik perhatian warga setempat dan pengguna jalan.

Kolaborasi Masyarakat dan Polisi Jaga Sitkamtibmas

Selain pengaturan lalu lintas, aspek imbauan juga menjadi kunci. Bhabinkamtibmas secara aktif menghampiri dan berkomunikasi dengan rombongan pengantin dan keluarga. Imbauan ini bertujuan agar rombongan turut serta menjaga ketertiban, tidak terlalu memakan badan jalan, dan selalu memperhatikan arahan petugas.

“Kami juga memberikan imbauan kepada seluruh rombongan pengantin untuk bersama-sama menjaga Sitkamtibmas dan ketertiban lalu lintas. Kerjasama ini penting agar kegiatan Nyongkolan yang merupakan warisan adat Sasak ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai,” tegas Kapolsek.

Pihak kepolisian memahami betul bahwa tradisi Nyongkolan merupakan momen penting dan sakral bagi masyarakat Suku Sasak. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan bersifat persuasif dan humanis, mengedepankan komunikasi yang baik agar seluruh rangkaian acara dapat terlaksana tanpa insiden. Kehadiran polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjalankan aktivitas.