Binkam

PEMBINAAN PESERTA PRAMUKA JAMBORE RANTING DI DESA MANEMENG, POLISI BERIKAN EDUKASI TERTIB LALU LINTAS

×

PEMBINAAN PESERTA PRAMUKA JAMBORE RANTING DI DESA MANEMENG, POLISI BERIKAN EDUKASI TERTIB LALU LINTAS

Sebarkan artikel ini

Brang Ene, Sumbawa Barat – Dalam rangkaian kegiatan Jambore Ranting, para peserta pramuka yang berkumpul di Lapangan Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat mendapatkan pembinaan langsung dari pihak kepolisian. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Sumbawa Barat, Bripka Junaidi.

Pembinaan ini difokuskan pada edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah Sumbawa Barat.

“Anak-anak pramuka adalah generasi muda yang akan menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Mereka perlu memahami sejak dini pentingnya menaati peraturan lalu lintas,” ujar Bripka Junaidi di hadapan para peserta.

Baca Juga :  Ratusan Personel Polres Bima Kota Menangis di Malam 17-an, Ikuti Self Healing Training and Emotional Cleansing Kota Bima, NTB (17 Agustus 2025) - Ada suasana berbeda di Polres Bima Kota pada momen malam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan personel Polres Bima Kota bersama Bhayangkari larut dalam keharuan hingga meneteskan air mata saat mengikuti kegiatan Self Healing Training and Emotional Cleansing yang digelar di Lapangan Olahraga Tatag Trawang Tungga, Sabtu (16/8/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 23.00 Wita tersebut dihadiri lebih dari 600 peserta, terdiri dari personel Polres Bima Kota, Bhayangkari, Pejabat Utama, serta tamu undangan penting, antara lain Wakil Wali Kota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kepala Rutan, dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si. dalam sambutannya menegaskan pentingnya memaknai kemerdekaan tidak hanya secara fisik, tetapi juga pada aspek mental dan spiritual. “Kita sudah merdeka 80 tahun, tapi jika masih ada jiwa yang terkungkung, artinya secara personal belum merdeka. Mengelola hati butuh soft skills agar kita tidak hanya menjaga fisik, tetapi juga kesehatan mental yang bersumber dari kecerdasan hati,” ujar Kapolres. Sebagai bentuk nyata, Kapolres menghadirkan motivator nasional sekaligus peraih rekor MURI, Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., C.Ps., yang juga Direktur Pusat Training dan Motivasi Thanks Institute Indonesia. Dalam materinya, Dr. Ketut memperkenalkan metode senam otak, senam hati, dan hipnoterapi untuk membantu peserta membersihkan emosi negatif (Emotional Cleansing). “Senam otak bertujuan meningkatkan suplai oksigen ke otak agar lebih fokus dan inovatif dalam bekerja. Sementara senam hati memberikan ketenangan dalam menghadapi masalah serta membentuk jiwa yang merdeka dan bahagia,” jelas Dr. Ketut. Suasana menjadi penuh haru ketika sesi puncak Emotional Cleansing berlangsung. Banyak peserta, termasuk personel Polres, Bhayangkari, hingga pejabat yang hadir, tidak kuasa menahan air mata saat merasakan pelepasan beban emosional yang selama ini mereka pendam. Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, yang mengikuti acara hingga selesai, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. “Terima kasih Pak Kapolres, terima kasih Pak Motivator, ilmunya sangat bermanfaat untuk kami. Saya merasa lebih lega dan bahagia,” ungkapnya dengan penuh haru. Kegiatan Self Healing Training and Emotional Cleansing ini menjadi yang pertama kali digelar di jajaran Polda NTB, sekaligus menandai cara baru Polres Bima Kota memperingati kemerdekaan dengan refleksi batin, pembebasan jiwa, dan penguatan mental personel agar lebih siap menghadapi tantangan tugas ke depan.

Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, para peserta menerima materi dengan antusias. Selain penjelasan teoritis, kegiatan ini juga diselingi dengan sesi tanya jawab yang interaktif.

Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Ardiyatmaja, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya atas semangat para peserta. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk pendekatan Polri kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kegiatan pembinaan ini bukan hanya untuk memberikan pemahaman, tapi juga menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini. Harapannya, mereka bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tutur Iptu Ardiyatmaja.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para anggota pramuka dapat menjadi contoh dalam hal tertib berlalu lintas serta berkontribusi dalam menjaga keselamatan bersama di jalan raya.